Arsip Blog

Elemen Mesin Pasak ( KEYS )

Pasak digunakan untuk menyambung dua bagian batang (poros) atau memasang roda, roda gigi, roda rantai dan lain-lain pada poros sehingga terjamin tidak berputar pada poros.

Pemilihan jenis pasak tergantung pada besar kecilnya daya yang bekerja dan kestabilan bagian-bagian yang disambung.

Untuk daya yang kecil, antara naf roda dan poros cukup dijamin dengan baut tanam (set screw).

Dilihat cara pemasangannya, pasak dapat dibedakan yaitu :

  1. Pasak memanjang

Jenis pasak memanjang yang banyak digunakan ada bermacam-macam yaitu :

Sunk Keys (pasak benam)

Pasak benam ada beberapa jenis yaitu :

  1. Pasak benam segi empat (Rectangular Sunk key)

Bahan lengkap mengenai elemen mesin pasak dapat download disini : SAMBUNGAN PASAK

Tugas Perancangan Elemen Mesin

Assalammualaikum. WW

Bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah tugas elemen mesin (1sks), tugas dikumpul akhir bulan juni ini berhubung awal juli kita akan mengadakan ujian akhir semester.

Saran saya mulailah mengetik apa yang kalian buat dan konsultasikan setiap babnya, dan jangan di jilid dulu sebelum ada persetujuan dari saya.

Kalau kalian mengalami kesulitan dalam pembuatan laporannya bisa tanyakan pada halaman konsultasi pada blog saya ini.

Kamu semua bisa download bahan untuk laporannya di blog saya ini terutama untuk bab 1, bab2 dan contoh perhitungan bab3.

Jangan sampai terlambat karena keterlambatan mengumpulkan tugas akan berimplikasi tehadap nilai yang kamu dapat.. terima kasih

Tugas Perancangan Rem Mesin Bubut

Rem pita pada mesin bubut dengan menggunakan momen poros untuk memutar sistem mekanik yang akan menarik pita rem.

Dalam analisa perancangan ini, dibagi atas perancangan pita rem dan bahan gesek, perancangan pegas dan perancangan paku keling. Pada motor dan drum rem mesin bubut diketahui bahwa :

Daya (P)                      =  2,2 kW = 2200 W

Putaran motor (nm)       =  1430 rpm

Diameter drum (DR)      =  159,5 mm =  0,1595 m

Dan ditentukan efisiensi putaran antara drum rem dan putaran motor

Efisiensi                      =  95%






Tugas Perancangan Kopling

kopling mobil

Tugas perancangan elemen mesin merupakan salah satu mata kuliah wajib di jurusan teknik mesin, dalam mata kuliah ini mahasiswa wajib untuk membuat laporan berupa perancangan elemen mesin, misalnya perancangan roda gigi, perancangan kopling, rem, poros dlln. Berikut contoh perancangan ulang kopling toyota yaris, silahkan download disini :Tugas Perancangan Kopling

PENGERTIAN ELEMEN MESIN

Mesin mobil yang merupakan gabungan elemen mesin

Elemen mesin adalah bagian dari komponen tunggal yang dipergunakan pada konstruksi mesin, dan setiap bagian mempunyai fungsi pemakaian yang khas. Dengan pengertian tersebut diatas, maka elemen mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  • Elemen – elemen sambungan

-          Sambungan susut dan tekan

-          Sambungan paku keling

-          Sambungan ulir sekrup

-          Sambungan baut dan pin

-          Sambungan pengelasan

-          Sambungan solder dan brazing

-          Sambungan Adhesif

  • Bantalan dan elemen transmisi

-          Bantalan luncur

-          Bantalan gelinding

-          Poros dukung dan poros pemindah

-          Kopling tetap& tidak tetap

-          Rem

-          Pegas

-          Tuas

-          Sabuk dan Rantai

-          Roda gigi

  • Elemen-elemen transmisi untuk gas dan Liquid

-          Valve

-          Fittings

PRINSIP-PRINSIP DASAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN

Perencanaan eleven mesin, pada dasarnya merupakan perencanaan bagian (komponen), yang direncanakan dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan mekanisme dari suatu mesin.

Dalam  tahap-tahap perencanaan tersebut, pertimbangan-pertimbangan yang perlu  diperhatikan dalam memulai perencanaan eleven mesin meliputi :

  1. Jenis-jenis pembebanan yang direncanakan
  2. Jenis-jenis tegangan yang ditimbulkan akibat pembebanan tsb.
  3. Pemilhan bahan
  4. Bentuk dan ukuran bagian mesin yang direncanakan
  5. Gerakan atau kinematika dari bagian-bagian yang akan direncanakan.
  6. Penggunaan komponen Standard
  7. Mencerminkan suatu rasa keindahan (aspek estética)
  8. Hukum dan ekonoomis
  9. Keamanan operasi
  10. Pemeliharaan dan perawatan

Dengan memperhatikan pertimbangan tersebut diatas, maka tahap-tahap perencanaan totalnya yaitu sbb :

  1. Menentukan kebutuhan
  2. Pemilihan mekanisme
  3. Beban mekanisme
  4. Pemilihan material
  5. Menentukan ukuran
  6. Modifikasi
  7. Gambar kerja
  8. Pembuatan dan kontrol koalitas

Yang dimaksud dengan tahap perencanaan tersebut diatas :

1.Menentukan kebutuhan

Menentukan kebutuhan dalam hal ini adalah kebutuhan akan bagian-bagian yang akan direncanakan, sesuai dengan fungsinya

2. Pemilihan mekanisme

Berdasarkan fungsinya dipilih mekanisme yang tepat dari bagian mesin tersebut. Misalnya untuk memindahkan putaran poros keporos yang digerakan dipilih roda gigi payung.

3. Beban mekanis

Berdasarkan mekanisme yang telah ditentukan, beban-beban mekanis yang akan terjadi harus dihitung berdasarkan data yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga didapat jenis-jenis pembebanan yang bekerja pada elemen tersebut.

4. Pemilihan bahan (material)

Untuk mendapatkan bagian mesin yang sesuai dengan kekuatannya, dilakukan pemilihan bahan dengan kekuatan yang sesuai dengan kondisi beban serta tegangan yang terjadi. Misalnya kekuatan direncanakan harus lebih kecil dari kekuatan bahan yang ditentukan dengan faktor keamanan sesuai dengan kebutuhan.

5. Menentukan ukuran

Bila terjadi kesesuaian pemakaian bahan dan perhitungan beban mekanis dapat dicari ukuran-ukuran elemen mesin yang direncanakan dengan standart yang ada dalam standarisasi.

6. Modifikasi

Modifikasi bentuk diperlukan bila bagian mesin yang direncanakan telah pernah dibuat sebelumnya.

7. Gambar Kerja

Setelah mendapatkan ukuran yang sesuai, ukuran untuk pengambaran kerja didapat, baik gambar detail maupun gambar assemblynya.

8. Pembuatan kontrol kualitas

Dengan gambar kerja dapat dibuat bagian-bagian mesin yang dibutuhkan, dengan mencatumkan persyaratan suaian, toleransi serta tanda pengerjaan, ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pembuatan suaian dengan yang diinginkan. Dari penentuan suaian yang telah ditetapkan tersebut dapat digunakan sebagai pedoman kontrol kualitas yang disyaratkan

Tegangan Akibat Pembebanan Kejut (impack)

Tegangan Akibat Kenaikkan Temperatur

Suatu material jika di panaskan akan mengalami yang namanya pemuaian, akibat pemuaian tersebut material akan mengalami perubahan pada strukturnya yang mengakibatkan perubahan dimensi dari material tersebut, berikut ini  penjelasan tentang  tegangan yang terjadi akibat kenaikkan temperatur :

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 209 pengikut lainnya.