Tungku Listrik Untuk Pemanas

Tungku listrik adalah tungku yang menghasilkan energi panas dari dari energi listrik, jadi konversi energinya dari listrik menjadi energi panas.

Tungku listrik mendapatkan panas dari elemem yang berbentuk tubular, plat, maupun berbentuk kawat yang mana pada saat dialiri oleh listrik maka akan timbul panas. berikut contoh elemen listrik yang sering digunakan :

Elemen PemanasDalam membuat tungku listrik yang harus di perhatikan adalah :

  1. Kebutuhan suhu ruangan
  2. Ukuran ruangan
  3. Isi ruangan ini sangat penting jika tungku listrik digunakan untuk mengeringkan suatu bahan.

Tungku listrik bisa  digunakan untuk, Memanaskan air, minyak, menghangatkan ruangan dll, salah satu contoh tungku listrik untuk menghangatkan ruangan adalah :

Pemanas Ruangan

Pemanas Ruangan

Jadi besar kecil energi listrik yang digunakan tergantung 3 faktor diatas.Kita membuat pemanas ruangan mulai dari 500W sampai dengan 50 kW.

Untuk Pemesanan bisa datang langsung keworkshop  : Laskar Teknik, Jl. jati kramat baru. no 101B.  RT 04/05. Jati kramat, Jati Asih. Kota Bekasi, Telp : 081310607628.

Pengertian Efek Termosipon

Termosipon berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua suku kata yaitu therme yang berarti panas dan siphon yang berarti gerak atau bergerak. Jadi termosipon merupakan gerakan fluida yang disebabkan oleh perbedaan densitas fluida. Adapun persamaan yang digunakan untuk mencari kecepatan fluida yang melewati kolektor adalah :

mr = ρin x Ain x Vin

dimana, ρin densitas udara diluar kollektor (kg/m3), Ain penampang udara masuk kollektor (m2 ) dan Vin kecepatan udara masuk kollektor (m/s). maka :

Vout  = mr / ρav x Af-c

dimana, ρav densitas rata-rata udara didalam kollektor (kg/m3) dan Af-c luas penampang kollektor yang dilewati oleh udara (m2 ).

Sensor Tekanan

Sensor tekanan adalah jenis sensor yang dipergunakan oleh alat ukur tekanan, adapun jenis sensor tekanan ada 3 yaitu :

  1. Bourdon Tubes
  2. Bellows
  3. Semiconductor Pressure Sensors

Adapun penjelasan mengenai sensor tekanan ini dapat download disini :Sensor Tekanan

Perbedaan Pengering Indoor (dalam ruangan) Dengan Outdoor (di luar ruangan)

Secara umum pengering atau oven terbagi atas 2 macam yaitu pengering jenis indoor ( di dalam ruangan ) dan pengering jenis outdoor ( di luar ruangan ). Berikut penjelesan masing-masing perbedaannya :

  1. Pengering  indoor ( di dalam ruangan ) Pengering jenis ini hanya mengandalkan energi panas dari tungku yang sumbernya bisa biomassa (kayu, arang, dll), gas dan elemen listrik. Dalam pembuatan oven ini bahan utamanya bisa dari plat baja, alumunium dan dari bata. Kelebihannya proses pengeringan bisa berjalan kontinu dan umur pakai oven bisa lebih lama. Untuk kekurangannya adalah pemakaian energi panas lebih boros yang imbasnya cost untuk bahan bakar lebih banyak.
  2. Copy of Pengering kopra indoor
  3. Pengering outdoor ( di luar ruangan )Pengering jenis ini mempunyai 2 sumber energi panas yaitu dari panas matahari dan panas dari tungku sumbernya bisa biomassa (kayu, arang, dll), gas dan elemen listrik. dalam pembuatan oven ini bahan utamanya dari plastik yang transparan sehingga cahaya matahari bisa masuk kedalam ruangan (Efek rumah kaca). kelebihan pengering/oven jenis ini adalah pemakaian energi panas dari sumber lain lebih sedikit yang  mengakibatkan cost untuk bahan bakar lebih irit. Kekurangannya adalah proses pengeringan bisa terganggu jika cuaca kurang bagus, seperti terjadi hujan lebat dan angin kencang karena berpengaruh terhadap kestabilan suhu dalam ruangan.
  4. Pengering ikan Outdoor

Oven Listrik

Pengertian oven listrik adalah oven yang menggunakan sumber panas dari tenaga listrik. Umumnya alat yang digunakan untuk menghasilkan panas tersebut dinamakan elemen.

Kelebihan dari oven listrik adalah lebih mudahnya dalam pengaturan suhu didalam oven. sehingga oven listrik banyak digunakan dipabrik-pabrik yang membutuhkan kecepatan dan hasil yang memuaskan. contoh aplikasi oven listrik adalah untuk oven pengecatan, untuk oven  kayu, untuk ruang pengujian display barang dan lain-lain.

yang harus diperhatikan dalam pembuatan oven listrik adalah :

  1. Berapa besar suhu yang diinginkan.
  2. Jenis barang atau materaial yang akan di keringkan.
  3. Luas oven yang diinginkan, karena dalam pembuatan oven lebih kecil luas oven akan lebih baik, karena lebih cepat mendapatkan suhu yang diiginkan.
Contoh Desain Oven Listrik

Contoh Desain Oven Listrik

 

Teknik Mesin Universitas Darma Persada Mendapatkan Akreditasi B

Selamat buat Jurusan Teknik Mesin Unsada atas pencapaian akreditasi B Berdasarkan SK : 972/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2015, Terima Kasih buat semua pihak yang telah ikut membantu, terutama sekali terima kasih untuk Dekan Fakultas Teknik, Alumni Teknik mesin Unsada, Mahasiswa teknik mesin dan Dosen-dosen teknik mesin yang selalu solid dalam membangun Teknik mesin. Semoga hasil ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

Teori Belt Conveyor

Dipilihnya sistem belt conveyor sebagai sarana transportasi adalah karena tuntutan untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya produksi dan juga kebutuhan optimasi dalam rangka meningkatkan efisiensi kerja.
Keuntungan penggunaan belt conveyor adalah :
1. Menurunkan biaya produksi pada saat memindahkan barang.
2. Memberikan pemindahan yang terus-menerus dalam jumlah yang tetap.
3. Membutuhkan sedikit ruang.
4. Menurunkan tingkat kecelakaan saat pekerja memindahkan barang.
5. Menurunkan polusi udara.
Belt conveyor mempunyai kapasitas yang besar (1 s.d. 5000 m3/jam atau lebih), kemampuan untuk memindahkan barang dalam jarak (1 s.d. 5000 meter atau lebih). Pemeliharaan dan operasi yang mudah telah menjadikan belt conveyor digunakan secara luas sebagai mesin pemindah barang.
Berdasarkan perencanaan, belt conveyor dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Stationary Conveyor
2. Portable (Mobile) Conveyor
Berdasarkan lintasan gerak belt conveyor, dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Horizontal
2. Inklinasi
3. Kombinasi Horizontal – Inklinasi
Arah lintasan dari sistem belt conveyor dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Belt
Gambar 1. Gambar Lintasan Belt
Pada umumnya, belt conveyor terdiri dari : kerangka (frame), dua buah pulley yaitu pulley penggerak (driving pulley) pada head end dan pulley pembalik (take-up pulley) pada tail end, sabuk lingkar (endless belt), Idler roller atas dan Idler roller bawah, unit penggerak, cawan pengisi (feed hopper) yang dipasang di atas conveyor, saluran buang (discharge spout), dan pembersih belt (belt cleaner) yang biasanya dipasang dekat head pulley. Adapun konstruksi dari belt conveyor diperlihatkan pada gambar berikut.

Belt1                                            Gambar 2. Konstruksi Belt Conveyor

2.1.2 Sistem Kerja Belt Conveyor
Bahan dari unloader akan jatuh ke belt conveyor, kemudian belt conveyor akan mengirim bahan ke stasiun penampungan. Belt diletakkan di atas pulley yang digerakkan oleh motor penggerak. Pulley bergerak akibat adanya putaran yang ditransmisikan oleh motor penggerak, seperti diperlihatkan pada gambar berikut.
Belt2                                                    Gambar 3. Sistem Kerja Belt Conveyor
Belt conveyor membawa material yang ada di atas belt, di mana umpan atau inlet pada sisi tail dengan menggunakan chute dan setelah sampai di head, material ditumpahkan akibat belt berbalik arah.

Karakteristik Material Angkut
Belt conveyor digunakan untuk memindahkan material angkut yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda baik dilihat dari ukuran, bentuk dan massa jenisnya. Bentuk dan ukuran dari material tersebut mempengaruhi kerja belt conveyor, yaitu berpengaruh terhadap luas area yang terpakai oleh material angkut pada belt conveyor dan berpengaruh terhadap kapasitas yang dihasilkan. Sudut segitiga sama kaki yang terbentuk karena tumpukan material angkut di atas belt akan berbeda untuk jenis material gumpalan besar dan halus, karena ukuran panjang atau lebar dari suatu partikel (dilambangkan dengan a dalam satuan mm) berbeda-beda. Tabel berikut adalah pengelompokan material menurut ukuran partikel.
Tabel 1. Pengelompokan material menurut ukuran partikel

Selain itu, material angkut juga dikelompokkan berdasarkan massa jenisnya. Berikut ini adalah tabel pengelompokan material berdasarkan berat jenisnya.
belt3
Dari ukuran karakteristik material, akan membentuk sudut surcharge atau sudut tumpukan material pada bagian atas belt conveyor. Sudut ini menentukan luas area angkutnya. Jika ukuran material berupa butiran kecil, maka akan mengalami abrasi dan membentuk sudut surcharge yang kecil, sedangkan jika ukuran material angkut berupa gumpalan besar tidak akan terjadi abrasi sehingga akan membentuk sudut surcharge yang besar.
Tabel 3. Sudut-sudut yang dibentuk dari ukuran karakteristik material

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 381 pengikut lainnya