Category Archives: Teknologi Surya

MotionTouch Luncurkan Charger Tenaga Surya

Perusahaan yang berbasis AUK yang dikenal dengan MotionTouch telah memperkenalkan sebuah charger terbarunya kali ini. Charger yang diproduksinya dapat mengisi ulang ponsel dengan dukungan tenaga surya. Dan charger tersebut diberi nama dengan Powcell.

Powcell sendiri pada mulanya dirancang untuk iPhone dan BlackBerry dengan model tertentu saja. Charger ini merupakan sleeve yang pas sisi-sisinya dan ditempatkan dibelakang ponsel yang akan diisi ulang batereinya. Charger tersebut mempunyai sebuah baterei internal yang selalu mengisi disaat lampunya menyala. Selain itu bisa juga digunakan untuk mengisi ulang baterei yang habis sama sekali ataupun melanjutkan pengisian baterei yang sebelumnya telah dicas.

Menurut MotionTouch, Powercell ini dirancang untuk masing-masing ponsel dan bentuknya sesuai dengan rancangan headsetnya. MotionTouch pernah menyatakan bahwa untuk meningkatkan pemakaiannya, nantinya juga akan dibuat Powcell untuk handset yang lainnya dan itupun tergantung dari permintaan tentunya.

Dengan penggunaan tenaga surya, selain produk yang ramah lingkungan, Powcell juga bisa membantu menekan ketergantungan pada charger yang masih harus menggunakan tenaga listrik biasa pada umumnya. (beritateknologi)

Konarka Produksi Sel Tenaga Surya Plastik Sebagai Alternatif Tenaga Listrik

Konarka Sel Tenaga Surya Plastik

Resah juga rasanya jika terjadi pemadaman listrik yang sewaktu-waktu terjadi di perumahan kita. Listrik sudah menjadi hal yang cukup primer dan tentunya kegiatan apapun sekarang sudah sangat bergantung pada listrik, ya seminimalnya listrik kita gunakan sebagai penerangan pada malam hari. Tapi ternyata tenaga listrik akhir-akhir ini semakin lama semakin berkurang dengan begitu banyaknya permintaan dari konsumen, akhirnya memberikan ide tersendiri untuk pihak yang mengembangkan teknologi tenaga surya seperti Konarkay, yang telah mengembangkan sebuah sel tenaga surya yang tembus pandang yang akan dibangun pada jendela pembangkit tenaga listrik.

Perusahaan yang berbasis publik Lowell, pada hari Selasa yang lalu menyatakan telah mencapai kata sepakat perjanjian dengan Arch Aluminum & Glass untuk mempergunakan sel tenaga surya plastik buatan Konarka tersebut pada bahan-bahan bangunannya, termasuk jendelanya.

Di bawah pembangunan Arch Active Solar Glass, perusahaan telah membuat prototipe jendela dengan sel surya di antara 2 panel kacanya. Sel photovoltaic dapat diberi warna dengan warna yang berbeda.

“Produk ini bisa menghemat energi dan tembus pandang dengan tampilan vertikal superior dan berwarna merah, biru atau hijau estetis yang halus hampir tidak kentara. Dengan fitur tersebut, BIPV (building-integrated photovoltaics) tidak butuh terlalu lama menempatkan spandrel atau aplikasi tambahannya”, seperti apa yang telah disampaikan oleh Arch CEO Leon Silverstein.

Konarka membuat sel tenaga surya organik yang berasal dari bahan plastik yang fleksibel, yang pada akhirnya membuka pabrik produksinya di Massachusetts untuk memproduksi sel-sel yang garis-garis assembly sebagai kumparan yang dipasang dengan kawat-kawat untuk menghantarkan tenaga listriknya.

Keuntungan dari sel yang fleksibel tersebut adalah dapat dipakai untuk jangkauan aplikasi yang luas, seperti tenda tentara pembangkit tenaga listrik, portable charger untuk barang-barang elektronik, dan sensor.

Namun photovoltaics organik tersebut tidak sangat menghemat saat merubah sinar matahari menjadi listrik dan tidak akan tahan lamanya dengan panel tenaga surya atap, yang jelas-jelas tertulis di bawah ganransi selama 25 tahun lamanya. Pihak Konarka sendiri mengatakan paling lambat akhir tahun telah mencapai 6 persen hematnya pada laboratoriumnya tetapi belum tersedia pada produknya. Sel tenaga surya Silicon yang memiliki efisiensi yang tinggi, bahan sel yang umumnya lebih dikenal, dapat mencapai lebih 20 persen.

Pabrik produksi Konarka memproduksi sel tenaga surya merah yang telah mulai dibuat dalam bentuk sel-sel yang transparan dalam proyeksi yang terbatas untuk prototipe dan pengembangannya.

Walaupun Konarka meningkat mencapai 100 juta dollar atau sekitar 1 bilyar rupiah dan ditandai dengan sejumlah kerjasama, serta ada beberapa orang yang skeptis kalau perusahaan tersebut bisa meraup keuntungan.

“Inti sebenarnya akan terlihat jika mereka bisa membuat produk-produk bangunan terintegrasi yang bisa bertahan meskipun selama 20 tahun  lebih lamanya”,  pernyataan clean-tech venture capitalist Rob Day yang berasal dari @Ventures kepada Greentech Media pada bulan Desember tahun lalu.

Konarka juga akan menghadapi persaingan dalam bidang building-integrated photovoltaics. Produsen  tenaga surya film, yang melibatkan Heliovot, juga membuat sel flesibel yang bisa dipasang pada kaca atau struktur gedung seperti atap yang lebih efisien. Sel Tenaga Surya Nano terbuat dari CIGS (copper indium gallium selenide), sebagai contohnya, yang berkisar pada jangkauan 9 persen hingga 10 persen.

Nah bagaimana dengan di Indonesia? Semoga ini bisa menjadi inspirasi buat anak bangsa kita supaya mau berkreasi terus demi mencari alternatif lain pengganti listrik. (beritateknologi)

Kiwi Choice U-Powered, Charger Portabel Tenaga Surya Untuk Perangkat Mobile Anda

Kiwi Choice U-Powered-Solar1

Anda merasa kesulitan men-charger perangkat mobile Anda disaat tidak ada catu daya listrik apapun di dekat Anda? Hm, Anda tak usah khawatir dengan kondisi tersebut. Pasalnya kini telah hadir sebuah perangkat charger portabel yang mampu melakukan semua itu dimanapun meski tak ada catu daya listrik didekat Anda.

Sejalan dengan itu, baru-baru ini Kiwi Choice telah meluncurkan pengisi daya (charger) portabel tenaga surya/USB U-Powered yang hadir dengan tiga foto panel volta untuk mendapatkan daya sinar matahari. Charger ini mengemas baterai Lithium Polymer 2000mAh dan juga dilengkapi dengan 11 power tips yang membuatnya kompatibel dengan sebagian besar perangkat mobile yang ada, termasuk iPhone, Blackberry, PSP, NSD dan lain sebagainya.

Selain pengisian daya dari sinar matahari, Anda juga dapat mengisi U-Powered melalui port USB PC, stopkontak dinding atau charger mobil. Mengenai harganya sendiri, U-Powered ini ternyata dibandrol seharga 49,99 USD atau sekitar 500 ribu rupiah per unitnya. (beritateknologi)

Ponsel Tenaga Surya

(dailytech.com)

Perusahaan operator selular asal Jepang KDDI au, baru-baru ini mengumumkan rencanannya untuk menjual ponsel tenaga surya.

Seperti dilansir dari situs DailyTech, ponsel ini tak hanya tahan berjam-jam ‘dipanggang’ di sinar matahari, melainkan juga tahan berbasah-basah, karena ponsel ini kedap air.

Ponsel yang bakal dibuatkan oleh vendor pembuat ponsel Jepang, Sharp, itu rencananya bakal menjadi salah satu produk unggulan KDDI yang bakal keluar di musim panas tahun ini. Oleh karenanya, ponsel ini bakal menjadi ponsel tenaga surya pertama yang tahan air.

Menurut rilis yang dikeluarkan oleh KDDI, ponsel ini hanya perlu dicas selama sepuluh menit, ponsel ini akan tahan digunakan untuk berbicara selama semenit atau sejam waktu siaga.

Diharapkan, pengguna dapat mengecas ponsel hingga 80 persen dari kapasitas penuh, dengan menggunakan energi surya. Dengan demikian, KDDI memang sedang memperkenalkan sebuah ponsel yang ramah lingkungan dan menjadi keunikan dan keunggulannya.

Menurut rumor yang berkembang, ponsel ini adalah ponsel flip dengan panel surya yang berada di sisi depan. Di Jepang, sebuah ponsel flip dengan layar yang lebar memang populer. Biasanya layar yang lebar itu dibutuhkan untuk lebih mudah menulis teks sandek (SMS). Dalam hal ini, layar lebar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sel surya untuk menangkap cahaya matahari.

Sayangnya, ponsel ini hanya akan dijual di Jepang saja, dan belum ada rencana untuk dipasarkan di luar Jepang. Sejak beberapa tahun belakangan, Jepang memang merupakan negara yang menggunakan teknologi ponsel yang selangkah lebih maju dari negara lain.

Di Jepang, ponsel yang dapat digunakan menonton TV sekaligus menjadi alat pembayaran sehari-hari sudah menjadi ponsel standar di sana.(vivanews)

Layar Fleksibel Tenaga Surya untuk Tempur

Panel surya bikinan Hewlett Packard (HP)

Sebagian besar konsumen menyukai gadget dengan cara terus mendapatkan produk yang tipis dan ringan. Tapi tentara-tentara yang menggunakan gadget di tengah-tengah medan pertempuran menuntut yang lebih untuk menyesuaikan dengan situasi yang ekstrim.

Itu sebabnya Hewlett-Packard mengatakan sedang mengerjakan prototipe dari layar komputer bertenaga surya yang ringan dan dapat dipasang di sekitar pergelangan tangan seorang prajurit.

Dengan layar fleksibel, tebal hanya sekitar 200 mikron (1 mikron= seperseribu milimeter) dapat menampilkan data seperti peta atau arah. Komputer ini akan dilengkapi dengan sel surya.

“Para prajurit di infanteri membawa baterai dan gadget dalam jumlah besar yang dapat berat sampai 70 pound,” kata Carl Taussig, Direktur HP Bidang Informasi Laboratorium yang bekerja pada proyek ini. “Kita bisa membuatnya untuk mereka agar lebih mudah.”

Taussig mengatakan prototipe pertama akan ditawarkan kepada pihak militer awal tahun depan. “Akan menampilkan teknologi layar menggunakan tinta. Tapi akan diproduksi menggunakan proses roll to roll, mirip dengan cara tinta yang dicetak di atas kertas,” jelasnya.

Menampilkan layar yang fleksibel, seperti kertas -hampir seluruhnya terbuat dari plastik. Pihak Angkatan Darat telah mendanai penelitian di Arizona State University untuk tampilan yang fleksibel pada layar sehingga dapat digulung dan dimasukkan ke dalam ransel tentara.

Fleksibilitas bukan hanya keuntungan bagi pengguna. Teknologi ini juga memiliki potensi untuk menyederhanakan proses pembuatan layar.

HP, dan perusahaan lain, seperti Ntera, berusaha untuk menciptakan proses manufaktur yang memungkinkan pembuatan film transistor tipis dan halus pada bahan fleksibel seperti plastik.

Idenya adalah membuat layar yang dapat diproduksi terus menerus, seperti surat kabar yang diterbitkan oleh percetakan, bukannya produksi bertumpuk seperti pembuatan layar secara tradisional, yang lebih mirip seperti memotong kue.

Pembuatan melalui teknologi roll-to-roll akan menghasilkan layar yang tidak hanya bisa menekuk, tetapi juga biaya yang relatif lebih murah untuk diproduksi.

Sel tenaga surya yang diintegrasikan ke dalam sepotong kain akan terhubung ke pergelangan tangan secara fleksibel.(tempo)

Energi Surya Thermal

Selama ini, pemanfaatan energi surya termal di Indonesia masih dilakukan secara tradisional. Para petani dan nelayan di Indonesia memanfaatkan energi surya untuk mengeringkan hasil pertanian dan perikanan secara langsung.

Teknologi dan Kemampuan Nasional

Berbagai teknologi pemanfaatan energi surya termal untuk aplikasi skala rendah (temperatur kerja lebih kecil atau hingga 60 o C) dan skala menengah (temperatur kerja antara 60 hingga 120 o C) telah dikuasai dari rancang-bangun, konstruksi hingga manufakturnya secara nasional. Secara umum, teknologi surya termal yang kini dapat dimanfaatkan termasuk dalam teknologi sederhana hingga madya. Beberapa teknologi untuk aplikasi skala rendah dapat dibuat oleh bengkel pertukangan kayu/besi biasa. Untuk aplikasi skala menengah dapat dilakukan oleh industri manufaktur nasional.

Beberapa peralatan yang telah dikuasai perancangan dan produksinya seperti sistem atau unit berikut:

  • Pengering pasca panen (berbagai jenis teknologi);
  • Pemanas air domestic;
  • Pemasak/oven;
  • Pompa air (dengan Siklus Rankine dan fluida kerja Isopentane );
  • Penyuling air ( Solar Distilation/Still );
  • Pendingin (radiatif, absorpsi, evaporasi, termoelektrik, kompressip, tipe jet);
  • Sterilisator surya;
  • Pembangkit listrik dengan menggunakan konsentrator dan fluida kerja dengan titik didih rendah.

Untuk skala kecil dan teknologi yang sederhana, kandungan lokal mencapai 100 %, sedangkan untuk sistem dengan skala industri (menengah) dan menggunakan teknologi tinggi (seperti pemakaian Kolektor Tabung Hampa atau Heat Pipe ), kandungan lokal minimal mencapai 50%.

Sasaran Pengembangan Energi Surya Termal

Sasaran pengembangan energi surya termal di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Meningkatnya kapasitas terpasang sistem energi surya termal, khususnya untuk pengering hasil pertanian, kegiatan produktif lainnya, dan sterilisasi di Puskesmas.
  • Tercapainya tingkat komersialisasi berbagai teknologi energi surya thermal dengan kandungan lokal yang tinggi.
  • Strategi Pengembangan Energi Surya Termal
  • Strategi pengembangan energi surya termal di Indonesia adalah sebagai berikut: Mengarahkan pemanfaatan energi surya termal untuk kegiatan produktif, khususnya untuk kegiatan agro industri.
  • Mendorong keterlibatan swasta dalam pengembangan teknologi surya termal.

Mendor ong terciptanya sistem dan pola pendanaan yang efektif.

Mendorong keterlibatan dunia usaha untuk mengembangkan surya termal.

Program Pengembangan Energi Surya Termal

Program pengembangan energi surya termal di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Melakukan inventarisasi, identifikasi dan pemetaan potensi serta aplikasi teknologi fototermik secara berkelanjutan.
  • Melakukan diseminasi dan alih teknologi dari pihak pengembang kepada pemakai (agro-industri, gedung komersial, dan lain-lain) dan produsen nasional (manufaktur, bengkel mekanik, dan lain-lain) melalui forum komunikasi, pendidikan dan pelatihan dan proyek-proyek percontohan.
  • Melaksanakan standarisasi nasional komponen dan sistem teknologi fototermik.
  • Mengkaji skema pembiayaan dalam rangka pengembangan manufaktur nasional.
  • Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk berbagai teknologi fototermik.
  • Meningkatkan produksi lokal secara massal dan penjajagan untuk kemungkinan ekspor.
  • Pengembangan teknologi fototermik suhu tinggi, seperti: pembangkitan listrik, mesin stirling , dan lain-lain.

Peluang Pemanfaatan Energi Surya Termal

  • Prospek teknologi energi surya termal cukup besar, terutama untuk mendukung peningkatan kualitas pasca-panen komoditi pertanian, untuk bangunan komersial atau perumahan di perkotaan.
  • Prospek pemanfaatannya dalam sektor-sektor masyarakat cukup luas, yaitu:
  • Industri, khususnya agro-industri dan industri pedesaan, yaitu untuk penanganan pasca-panen hasil-hasil pertanian, seperti: pengeringan (komoditi pangan, perkebunan, perikanan/peternakan, kayu olahan) dan juga pendinginan (ikan, buah dan sayuran);
  • Bangunan komersial atau perkantoran, yaitu: untuk pengkondisian ruangan ( Solar Passive Building , AC) dan pemanas air;
  • Rumah tangga, seperti: untuk pemanas air dan oven/ cooker ;
  • PUSKESMAS terpencil di pedesaan, yaitu: untuk sterilisator, refrigerator vaksin dan pemanas air.

Kendala Pengembangan Energi Surya Termal

Kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan surya termal adalah:

  • Teknologi energi surya termal untuk memasak dan mengeringkan hasil pertanian masih sangat terbatas. Akan tetapi, sebagai pemanas air, energi surya termal sudah mencapai tahap komersial. Teknologi surya termal masih belum berkembang karena sosialisasi ke masyarakat luas masih sangat rendah;
  • Daya beli masyarakat rendah, walaupun harganya relatif murah;
  • Sumber daya manusia (SDM) di bidang surya termal masih sangat terbatas. Saat ini, SDM hanya tersedia di Pulau Jawa dan terbatas lingkungan perguruan

Kami dari Universitas Darma Persada dalam beberapa tahun terakhir telah banyak menghasilkan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan energi surya (solar thermal) diantaranya adalah pengering kulit, pengering rumput laut, pengering hasil pertanian dan lain-lain, kendala utama tentunya kurangnya respon pemerintah daerah terhadap hasil penelitian, selama ini yang mendanai penelitian ini dari dikti, ristek dan bantuan asing,  contoh teknologi yang kami hasilkan adalah :

pengering hasil pertanian

pengering hasil pertanian

pengering kulit

pengering rumput laut

Netbook Solar Panel


iUnika, netbook dengan panel surya (theinquirer.net)

iUnika, perusahaan asal Spanyol telah memperlihatkan empat netbook terbaru mereka pada ajang LibreMeeting yang disponsori oleh Free Knowledge Foundation di Madrid. Di antara netbook terbaru tersebut, terdapat dua buah model netbook super ramah lingkungan yang mendukung panel surya dan terbuat dari bahan bio plastik.

Perangkat ramah lingkungan tersebut dijual di kisaran harga 130 sampai 160 euro atau 180 sampai 220 dolar AS, dengan bobot 700 gram, menggunakan sistem operasi Linux dan prosesor berkecepatan 400MHz.

iUnika telah menempatkan memori flash sebesar 64GB sebagai media simpan, RAM sebesar 128MB, WiFi dan 10/100 Ethernet untuk konektivitas. Netbook dengan layar 8 inci ini mampu mendukung resolusi 800×480 pixel.

Meski ada versi yang menggunakan panel surya pada casing berbahan bio plastik yang dapat didaur ulang, tampak dari gambar panel tersebut tidak cukup untuk memproduksi daya lebih dari 4 watt. Dengan konsumsi daya yang sekitar 3-4 watt, kemungkinan besar panel surya tersebut hanya cukup untuk menyimpan data sesaat setelah baterai habis dan melakukan shutdown dengan baik.

Akan tetapi, usaha membuat netbook ramah lingkungan tersebut patut diacungi jempol. Menurut informasi, netbook tersebut baru akan beredar di pasaran sekitar Juni mendatang.(vivanews)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 233 pengikut lainnya.