Category Archives: Teknologi Surya

Solar Wind Turbine (Turbin Angin Matahari)

Para ilmuwan dari University of Liverpool telah mengupgrade sebuah turbin angin sehari-hari dengan set inovatif pisau matahari berputar. Seluruh tim, dipimpin oleh Dr Joe King, meluncurkan solusi inovatif yang menyatakan turbin angin berguna hanya ketika angin bertiup. Nah, desain mereka bahkan menggandakan fungsi turbin konvensional dengan mengintegrasikan teknologi fotovoltaik. Tim namun menghadapi beberapa masalah. Ada kecemasan nyata bahwa turbin bisa menyebabkan pilot pesawat terganggu penglihatannya dan orang yang hidup di sekitarnya. Selain itu, pada hari-hari panas, turbin akan membuat sinar matahari yang mematikan, yang dapat membuat api di atas bangunan jika terkonsentrasi. Dalam rangka untuk mengatasi masalah tersebut, ilmuwan menemukan sebuah panel surya yang tidak berwarna sunbeams cermin. Tim ini sekarang menyelesaikan di mana untuk menginstal model solar wind turbine mereka. Kami yakin bahwa kami bisa mengubah kebutuhan dunia untuk energi terbarukan yang vital, “kata Dr King.

Namun tim telah menghadapi masalah. Awal simulasi komputer menemukan bahwa turbin dipasang panel surya akan menyebabkan berkas cahaya menyilaukan menembak di seluruh daerah sekitarnya. Ada kekhawatiran nyata bahwa turbin bisa membuat pilot pesawat berpotensi buta serta orang yang hidup di sekitarnya. Bukan hanya itu, tetapi pada hari yang sangat panas turbin akan menghasilkan sinar matahari mematikan’ yang bisa membuat api diatas bangunan jika terkonsentrasi.

“Hal terakhir yang kita inginkan adalah untuk turbin kami untuk tidak menyebabkan crash pesawat dan kebakaran, jadi kami telah merancang sebuah panel surya yang tidak ‘berwarna’ dan memantulkan sinar matahari . Prototipe awal kami tampak seperti bola disko besar saat operasional, tetapi solusi kami sekarang mencegah itu. “
Tim ini sekarang memutuskan tempat untuk menginstal prototipe turbin angin matahari mereka. “Karena sinar matahari sangat sedikit di Inggris, kita pasti cari di luar negeri,” kata Dr King. “Secara pribadi saya yakin sebuah tempat yang ideal akan Irlandia. Ini dekat, memiliki angin kencang, musim panas yang indah, ditambah keluarga saya hidup di sana sehingga saya bisa pergi mengunjungi “Mengharapkan turbin angin matahari, dijuluki sebagai” Heat Waver “, harus ditetapkan untuk instalasi musim panas dalam beberapa bulan!. “Kami masih memiliki beberapa tes untuk menjalankan,” Dr King mengatakan, “tapi kami yakin kami dapat mengubah kebutuhan energi terbarukan di dunia .Hanya berpikir apa turbin bisa dilakukan di negara-negara seperti Australia. “

(Sumber;  mechanicalengineeringblog)

Pengertian Solar Still (Destilasi Surya)

Solar still singkatan dari solar destillation adalah  cara untuk mendapatkan/memproduksi air bersih dengan bantuan cahaya matahari.

Biasanya destillasi surya ini digunakan untuk memproduksi air bersih dari air laut sehingga dapat digunakan untuk keperluan minum/memasak dan juga dapat digunakan untuk memproduksi air bersih dari air payau dlln.

Destilasi surya ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat yang berada didaerah pesisir yang kekurangan sumber air bersih. Berikut contoh bentuk/konstruksi dari solar still yang pernah dibuat :

(Sumber gambar dari youtube)

Prinsip Kerja Dari Solar Still

Radiasi surya menembus kaca penutup dan mengenai permukaan dari plat penyerap, maka plat penyerap akan panas, dan energi panas dari plat penyerap akan memanasi air laut yang ada didalam kolam (basin). Air akan menguap dan berkumpul dibawah permukaan kaca penutup. Oleh karena temperatur udara di dalam basin lebih tinggi dari pada temperatur lingkungan, maka terjadi kondensasi yaitu uap berubah menjadi cair dan melekat pada kaca penutup bagian dalam. Cairan (air bersih) akan mengalir mengikuti kemiringan kaca penutup dan masuk kedalam kanal, terus mengalir ke tempat penampungan air bersih. Sedangkan garam akan tinggal diatas plat penyerap karena adanya perbedaan massa jenis.

(Sumber  :  Nova R. Ismail,  Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang , Mulyanef, Marsal, Rizky Arman dan K. Sopian, Univ. Bung Hatta dlln)

Mesin Pengering Cumi , Udang dan Ikan Hasil Laut

Pengering cumi, udang dan ikan hasil laut ini menggunakan ruang pengering tipe kubus menggunakan dinding transparan dengan tambahan tungku biomassa.

Adapun spesifikasi dari pengering tipe ini adalah :

  • Dimensi      : Panjang 3m, lebar 2m dan tinggi 2,25 m
  • Daya listrik : 150 W
  • Fan
  • 1 unit tungku biomassa dengan laju pembakaran 2 s/d 3 kg kayu/batok kelapa perjam.
  • Lama rata-rata pengeringan ± 2 Hari.
  • Enam buah rak tempat meletakkan cumi, udang dan ikan  serta hasil laut.
  • Untuk cumi bisa diletakkan dirak/ digantung
  • Temperatur ruang pengering 40 oC sampai dengan 60 oC.
  • Kontrol temperatur.
  • Rangka bisa menggunakan besi, kayu atau alumunium.

Dimensi dari ruang pengering bisa berubah-ubah sesuai dengan keinginan dan kapasitas yang diinginkan, untuk ukuran diatas harga ruang pengeringnya ± 25 juta rupiah  diluar ongkos kirim, Untuk pemesanan dan informasi lainnya dapat menghubungi Yefri Chan, No Hp 081310607628 Pin BB 22D11A65 , email : yefrichan2000@yahoo.com. (Referensi: Kamaruddin Abdullah , Laboratorium Surya Universitas Darma Persada)

Kesetimbangan Energi Untuk Pemanasan Ruang Pengering

Perhitungan perpindahan panas yang terjadi di dalam pengering ERK didasarkan pada asas keseimbangan energi. Kamaruddin et al (1994) mengembangkan model matematis perhitungan perpindahan panas tersebut pada kondisi steady state sebagai berikut :

Keterangan gambar :

1.      Kipas outlet

2.      Lantai

3.      Tungku biomassa

4.      Sensor temperatur

5.      Kipas inlet

Magnesium Sebagai Sumber Energi.

Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut “magnalium” atau “magnelium”.

Magnesium memiliki potensi besar sebagai sumber energi karena memiliki kepadatan penyimpanan energi sekitar 10 kali lebih tinggi dari hidrogen, kata Yabe. Hal ini juga sangat berlimpah, dengan sekitar 1,3 gram ditemukan di setiap liter air laut, atau sekitar 1.800 triliun ton metrik di lautan kita, katanya.
Selain itu, magnesium oksida yang dihasilkan dari reaksi dapat diubah kembali ke magnesium, kata Yabe. Menangkap? Daur ulang magnesium oksida kembali ke magnesium membutuhkan suhu 4.000 kelvin (3726 º C) – maka perlu untuk laser menghasilkan suhu tersebut pada tempat yang kecil.

Magnesium Sebagai Sumber Energi. Solar-powered laser: Dua Fresnel fokus lensa sinar matahari pada kristal keramik untuk menghasilkan sinar laser. Harapannya adalah dengan menggunakan laser yang kuat seperti untuk menghasilkan panas dan hidrogen dari magnesium dan air. By : Tokyo Institute of Technology

Tapi untuk mesin pembakaran magnesium berfungsi sebagai sumber energi praktis, laser perlu didukung oleh sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya.
MAGIC” (Magnesium Injection Siklus) mesin dibangun pada tahun 2006 oleh Jepang Mitsubishi Corp menggunakan ide-ide Profesor Yabe, dan mesin ini bisa diperkenalkan untuk penggunaan komersial di pembangkit listrik, kapal, bahkan mobil sebelum akhir dekade ini !

Sumber :

wikipedia.co.id

http://technologyreview.com/

http://inventorspot.com/

Pembangkit Listrik Solar Pond

Solar pond adalah tempat berkumpulnya air asin atau air payau yang digunakan sebagai “ penangkap” dan “ penyimpan” panas sinar matahari untuk menghasilkan energi. dari sini diumpankan untuk menjalankan proses lebih lanjut.

Ada beberapa jenis solar pond antara lain evaporation pond, shallow pond tertutup, deep pond tertutup, dan salt gradient pond.

Closed cycle salt gradient solar pond merupakan salah satu sumber energi alternatif yang menyerap dan mengumpulkan energi melalui pemanfaatan transfer panas secara konveksi dari sinar matahari pada medium fluida air asin.

Proyek solar pond RMIT autralia

Kinerja solar pond yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik fisik maupun kimia dari air asin, memerlukan model kontrol yang mampu menghasilkan supplay energi yang stabil dari sistem tersebut. Penerapan solar pond sebagai pembangkit listrik memerlukan kajian instrumentasi dan kajian ekonomis, sejauh mana sistem ini layak untuk diimplementasikan di daerah tertentu. Pada penelitian ini obyek penelitian dilakukan di wilayah pesisir kabupaten Gresik yang menggunakan tiga model kontrol yang selanjutnya telah dipilih model kontrol yang paling optimal yakni model kontrol ketiga yang menghasilkan daya listrik sebesar 142 kW dengan nilai salinitas LCZ yang terjaga sama dengan atau melebihi ( set point) 310.66 kg/m3 hingga akhir beroperasinya solar pond serta minimnya operasi pompa-pompa yang digunakan.

Pengoperasian terbesar solar pond untuk pembangkit listrik di bangun di Beit Haarava, Israel dan beroperasi hingga tahun 1988 di area seluas 210.000 meter persegi (m2) dan menghasilkan listrik dengan kapasitas 5 Megawatt (MW). Selain Israel, negara lain yang mengoperasikan solar pond adalah India, teknologi ini dikembangkan diatas lahan seluas 6000 m2 di wilayah Bhuj. Proyek ini dibangun dengan persetujuan dan pengawasan  Kementerian Sumber Energi Non Konvensional pada tahun 1987 dan  selesai pada 1993 dengan berkolaborasi The Energy Research Institute (TERI), The Gujarat Energy Development Agency dan Gujarat Dairy Development Corporation Ltd (GDDC). Solar Pond berhasil menunjukan kelayakan teknologi  dengan memasok 80.000 liter air panas setiap hari  untuk  pembangkit listrik. (sumber; tempo dan energi terbarukan.net)

Inilah Pesawat Antariksa Pertama Bertenaga Surya (NanoSail-D) Oleh NASA

Pesawat ruang angkasa pertama yang berbasis tenaga surya dinamakan NanoSail-D

Kali ini badan antariksa asal Amerika Serikat itu berhasil menciptakan pesawat ruang angkasa pertama yang berbasis tenaga surya.
Awalnya memang terdengar seperti cuplikan cerita fiksi ilmiah. Tapi, kini NASA telah membuat pesawat ruang angkasa tak berawak tanpa bahan bakar mineral.
Tak seperti pesawat ruang angkasa lainnya, NanoSail-D yang menyerupai bentuk layangan berukuran relatif lebih kecil dan orbitnya tidak terlalu tinggi dari atas permukaan Bumi.
NanoSail-D menggunakan tekanan radiasi matahari untuk membuatnya bergerak dan terbang dengan kecepatan tinggi. NASA mengatakan bahwa satelit mungil ini hanya sebesar 100 kaki persegi dan beroperasi sesuai rencana.
“Satelit NanoSail-D mengibarkan layar seluas 100 kaki dan beroperasi secara normal,” menurut pernyataan dari Marshal Space Flight Center di Huntsville, Alabama.

Sebetulnya NanoSail-D telah dilepas ke angkasa sejak 20 Januari 2011 lalu.
Namun, hari itu tidak bisa dijadikan sebagai hari pertama ia terbang sampai NASA berhasil menerima frekuensi berupa paket data dari NanoSail-D, yakni lima hari setelahnya.
“Ini adalah kali pertama NASA meluncurkan pesawat ruang angkasa dengan orbit terendah di permukaan Bumi,” kata Dean Alhorn, jurubicara NASA, seperti diberitakan Dailymail.
“Kami sangat senang bahwa layar tersebut berhasil dikembangkan oleh satelit NanoSail-D,”
NanoSail-D akan terus mengirim sinyal suar hingga baterai di dalamnya habis. Diperkirakan ia akan terbang mengorbiti Bumi sampai 70-120 hari ke depan, tergantung pada kondisi atmosfer.
NanoSail-D sengaja dirancang untuk sebagai demonstrasi teknologi berbasis tenaga surya untuk pesawat ruang angkasa. Jika berhasil, teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif lain dalam teknologi pengorbitan.
Sebagai bagian dari eksperimen yang menggunakan layar untuk memperlambat dan mempercepat pesawat. Eksperimen ini ditujukan untuk melihat apakah layar tersebut bisa membantu satelit di orbit Bumi. (sumber; suaramedia.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 225 pengikut lainnya.