Arsip Kategori: Proses Manufaktur

Perbedaan Cetakan Pasir dengan Cetakan Logam

Pada proses pengecoran dengan menggunakan cetakan pasir tidak digunakan tekanan sewaktu mengisi rongga cetakan. Pada proses pengecoran ini selain pasir biasanya ada kalanya digunakan pula plaster, lempung, keramik atau bahan tahan api lainnya.

Secara umum, semua logam dapat di cor dengan menggunakan cetakan pasir, namun perlu di ingat, cetakan pasir merupakan cetakan sekali pakai yang rusak setelah logam membeku.

Contoh pembuatan cetakan pasir dengan pola berulang

Sesuai dengan namanya proses pengecoran dengan menggunakan cetakan logam, cetakannya berasal dari logam disamping itu pengecoran dengan cetakan logam diiringi dengan penekanan sewaktu logam cair mengisi rongga cetakan.

Cetakan logam hanya di gunakan untuk membuat benda coran dalam jumlah yang banyak, karena mahalnya cetakan tersebut, cetakan jenis ini sangat menguntungkan untuk benda cor berukuran kecil dan sedang dalam jumlah banyak.

Mesin cetak-tekan plunyer dengan ruang panas

(sumber : teknologi mekanik jilid 1, Sriati Djaprie, Erlangga)

Proses Pengelasan Logam

Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan. Atau dapat juga didefinisikan sebagai metalurgi yang di timbulkan oleh gaya-tarik menarik antara atom.

Jenis-Jenis Proses pengelasan :

  • Pengelasan patri
  • Pengelasan tempa
  • Pengelasan gas
  • Pengelasan tahanan atau resistansi
  • Pengelasan induksi
  • Pengelasan busur
  • Berkas elektron
  • Pengelasan laser
  • Pengelasan gesekan
  • Pengelasan termit

Bahan lengkap mengenai proses pengelasan logam dapat download disini : Proses Pengelasan Logam

Otomasi dan Jenis- Jenis Otomasi

Otomasi adalah suatu teknologi terkait dengan aplikasi mekanik, elektronik, dan komputer- didasarkan sistem untuk beroperasi dan mengendalikan produksi.

Teknologi ini meliputi:

  • Alat masin otomat untuk memproses [part]
  • Mesin perakitan otomatis
  • Robot industri
  • Material otomatis [yang] menangani dan sistem [gudang/penyimpanan]
  • Sistem pemeriksaan otomatis untuk pengendalian mutu
  • Pengawasan proses komputer kontrol balik
  • Sistem komputer untuk perencanaan, pengumpulan data, dan  pengambilan  keputusan untuk mendukung memproduksi

Jenis Otomasi

Sistem produksi yang diotomatkan dapat digolongkan ke dalam tiga jenis basis dasar:

1. Otomasi yang ditetapkan/perbaiki (fixed automation)

2. Otomasi programmable

3. Otomasi fleksibel

Fixed automation

adalah suatu sistem di mana urutan memproses ( atau perakitan) operasi ditetapkan oleh configurasi peralatan. urutan operasi pada umumnya sederhana. Adalah pengintegrasian dan koordinasi dari banyak  operasi ke dalam satu peralatan yang membuat sistem kompleks. Corak yang khas dari otomasi ditetapkan/perbaiki adalah:

  • Investasi awal tinggi untuk peralatan custom-engineered
  • Nilai produksi tinggi
  • Secara relatif tidak fleksibel mengakomodasi perubahan produk

Otomasi Programmable

Peralatan produksi dirancang dengan kemampuan untuk berubah urutan operasi dan mengakomodasi bentuk wujud produk berbeda. Urutan Operasi dikendalikan oleh suatu program, yang mana  satu set instruksi yang coded sedemikian sehingga sistem dapat membaca dan menginterpretasikannya. program baru dapat disiapkan dan dimasukkan ke peralatan  untuk menghasilkan produksi baru. sebagian dari corak yang menandai otomasi programmable meliputi.

  • Investasi tinggi di (dalam) general-purpose peralatan
  • Nilai produksi rendah sehubungan dengan otomasi ditetapkan
  • Fleksibilitas untuk   perubahan di (dalam) bentuk  produk
  • Pantas untuk produksi mandi/rendaman

Sistem produksi otomatis programmable digunakan untuk volume produksi sedang dan rendah

Otomasi fleksibel

Adalah suatu perluasan dari otomasi programmable.  Suatu sistem otomat fleksibel adalah yang mampu untuk memproduksi berbagai produk ( atau memisahkan) dengan hampir tidak ada waktu hilang untuk perubahan sistem kerja dari satu produk kepada yang berikutnya. tidak ada waktu produksi hilang sedang reprogramming sistem  dan pada saat  setup (tooling,fixtures,machine settings).Consequently, sistem dapat menghasilkan berbagai kombinasi dan jadwal produk, sebagai gantinya menuntut  mereka membuat produk secara terpisah. Tipe dari otomasi fleksibel adalah :

  • Investasi tinggi untuk suatu sistem custom-engineered
  • Produksi campuran variabel produk berlanjut
  • Nilai produksi Medium
  • Fleksibilitas dalam  mendisain variasi product

Pengertian Proses Produksi (Defination Of Production Process)

Secara umum Produksi dapat diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menciptakan kegunaan (utility) dari benda-benda ekonomi dengan masukan berupa factor-faktor produksi sehingga menjadi bentuk keluaran berupa produk. Pengubahannya sendiri adalah secara teknis atu berdasarkan teknologi tertentu dan sering disebut “proses produksi”. Dalam gambar 3.1, produksi dapat digambarkan secara jelas sebagai suatu system masukan – keluaran.

Faktor Produksi

Masukan dari system produksi adalah faktor-faktor produksi. Dalam pandangan makro factor-faktor produksi terdiri dari empat hal seperti yang dinyatakan oleh para ahli ekonomi, yaitu know how (perangkat lunak), tanah, pekerja dan modal (peralatan, mesin, gedung, bahan mentah dan sebagainya). Dalam hal ini, factor-faktor produksi diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu :

  • Obyek Produksi; adalah material-material yang dikenai aktifitas produksi, terdiridari material utama dan material Bantu. Material utama (bahan mentah, seperti limestone, batu silica dan pasir besi) akan diubah menjadi produk melalui proses produksi.
  • Tenaga Kerja; merupakan kemampuan manusia, baik fisik maupun mental dari setiap pekerja yang melakukan kerjasama untuk suatu tujuan yaitu menghasilkan produk.
  • Alat Produksi; merupakan media untuk mengolah bahan menjadi produk dengan bantuan pekerja. Dapat merupakan alat produksi langsung (fasilitas produksi yang berupa mesin, perkakas, peralatan, perkakas Bantu dan sebagainya) atau alat produksi tak langsung (tanah, jalan, bangunan, gudang dan sebagainya). Alat produksi dapat digunakan terus-menerus dalam batas waktu umur efektifnya, sebaliknya obyek produksi akan habis bila produksi telah berlangsung.
  • Informasi Produksi; merupakan pengetahuan untuk melangsungkan proses produksi secara efektif (efisien dan ekonomis). Termasuk dalam hal ini metode produksi (prosedur teknik untuk melaksanakan proses produksi) yang mengikuti hokum teknik obyektif  termasuk empiris. Ketrampilan dapat dianggap sebagai informasi produksi yang dapat dimiliki oleh peroranganmelalui training yang merupakan proses transfer pengetahuan, pengalaman dan intuisi secara efektif.

Proses Produksi

Proses pengubahan factor-faktor produksi, khususnya bahan mentah sehingga menghasilkan produk disebut sebagai proses produksi. Umumnya terdiri dari urutan tingkatan produksi dan setiap tingkatan produksi tersebut mempunyai urutan operasi yang dilakukan dalam setiap stasiun kerja. Oleh sebab itu proses produksi mempunyai karakteristik aliran material. Ditinjau secara makro, aliran material tersebut dimulai dari penambangan, pengolahan bahan tembang, pembuatan produk, pedagang besar, pengecer sampai pada konsumen.

Suatu system dapat didefinisikan secara structural atau statis, secara transformasional atau fungsi dan secara prosedural atau dinamik, dengan demikian system produksi dapat mempunyai beberapa aspek yaitu aspek structural, aspek transformasional dan aspek prosedural.

  • Aspek Struktural Sistem Produksi; merupakan kesatuan elemen perangkat keras (seperti : perkakas dan peralatan produksi) dan peralatan Bantu (seperti material handling) serta dibantu oleh perangkat lunak yang berupa informasi produksi (metodologi teknologi) yang bertujuan mengubah obyek produksi (bahan mentah) menjadi produk spesifik guna memenuhi kebutuhan manusia.
  • Aspek Transformasional Sistem Produksi; merupakan proses pengubahan obyek produksi menjadi produk dengan produktifitas dan efisiensi optimum. Dalam hal ini system mempunyai karakteristik aliran material dan pembahasan berikutnya dibatasi hanya pada aliran material dalam pabrik. Masalah utama yang sering dihadapi adalah menentukan rancangan proses yang optimum (jalan sependek mungkin atau kecepatan aliran sebesar mungkin).
  • Aspek Prosedural Sistem Produksi; merupakan prosedur operasi produksi yaitu system manajemen produksi yang melaksanakan pengelolaan atas perencanaan, pelaksanaan, pelaksanaan dan pengontrolan proses produksi. Manajemen produksi berusaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara mengintegrasikan sumber 4M (Man, Machine, Material & Money) yang mana sebelumnya sumber-sumber tersebut tidak saling berhubungan. Dipandang dari segi system, manajemen ini mempunyai dua fungsi utama yaitu perencanaan dan pengendalian (planning & controlling).

Pada dasarnya prosedur produksi secara keseluruhan terdiri dari dua hal yaitu, strategi perencanaan produksi dan manajemen produksi operasional (taktik). Kedua hal tersebut yang pertama sering disebut sebagai strategi dan yang kedua taktik. Strategi merupakan pengambilan keputusan secara makro yang bertujuan untuk mengadaptasikan system produksi dengan lingkungannya dan biasanya diperlukan waktu yang lama. Sedangkan taktik menyangkut masalah-masalah produksi operasional dari suatu system produksi.

Sumber :

1. Ibrahim, Coco dan Yatna Yuwana,  Sistem Produksi, Laboratorium Metrologi Industri FTI-ITB, Bandung, 1987

2. Team Asisten LSP, Sistem Produksi I : Kumpulan Modul Kuliah Sistem Produksi I, Laboratorium Sistem Produksi FTUA, Padang, 2000

Proses Pembuatan Tembaga

Tembaga diperoleh dari bijih tembaga yang disebut Chalcopirit. Besi yang ada larut dalam terak dan tembaga yang tersisa / matte dituangkan kedalam konverter. Udara dihembuskan kedalamnya selama 4 atau 5 jam, kotoran teroksidasi, dan besi membentuk terak yang dibuang pada waktu tertentu. Bila udara dihentikan, oksida kupro bereaksi dengan sulfida kupro maka akan membentuk Tembaga blister dan Dioksida belerang.Tembaga blister ini dilebur dan dicor menjadi slab, kemudian diolah secara elektrolitik menjadi tembaga murni.

Bagan proses pembuatan tembaga

(sumber, Teknologi mekanik jilid I, B.H. Amstead)

Peluas Lubang (Reamer )

Peluas lubang adalah perkakas yang menyelesaikan lubang yang telah digurdi atau di bor. Banyaknya bahan yang dilepas oleh peluas lubang tergantung pada ukuran lubang dan bahan yang dipotong, 0,38 mm adalah rata-rata yang baik.

Istilah yang dipakai pada peluas lubang bisa dilihat pada gambar dibawah.

Peluas lubang yang tersedia untuk berbagai bahan dan penggunaannya adalah :

  • Peluas lubang tangan
  • Peluas lubang pencekam
  • Peluas lubang cangkang
  • Peluas lubang tirus
  • Peluas lubang ekspansi
  • Peluas lubang mampu setel
  • Peluas lubang kegunaan khusus (sheel)

(Sumber Teknologi Mekanik Jilid I, BH, Amstead dkk, Penerbit Erlangga, 1991)

Proses Pembuatan Aluminium

Bauksit  banyak terdapat di daerah Bintan dan kalimantan. Cara penambangan terbuka. Bauksit kemudian dihaluskan , dicuci dan dikeringkan, sesudah itu bauksit mengalami pemurnian menjadi oksida aluminum atau alumina.

Proses Bayer, yang dikembangkan oleh Karl Josef Bayer, seorang  ahli kimia berkebangsaan Jerman, biasanya digunakan untuk memperoleh aluminium murni. Bauksit halus yang kering dimasukkan ke dalam pencampuran, diolah dengan soda api (NaOH) di bawah pengaruh tekanan dan pada suhu di atas titik didih.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 209 pengikut lainnya.