Category Archives: Bahan Kuliah

Nilai Kalori Bahan Bakar

Nilai kalori adalah suatu angka yg menyatakan jumlah panas / kalori yg dihasilkan dari proses pembakaran sejumlah tertentu bahan bakar dengan udara / oksigen.
Nilai Kalori bahan bakar MINYAK, umumnya antara 18.300 ~ 19.800 BTU/lb.

Kandungan kalori pada Solar, sebagai berikut :

Awalnya ditetapkan nilai energi solar 18.700 BTU/US gallon.
Kalau dikonversikan ke kalori,
1 liter = 0,2642 US Gallon

1 BTU = 1.055,056 joule
1 joule = 4,184 kalori
1 US gallon = 3,7854 ltr
maka 1 liter solar = 9.240 kkal.

Berikut beberapa nilai kalori untuk bahan bakar :
1. Solar = 9.240 kkal/liter.

2. RCO = 10.400 kkal
3. LPG = 11.220 kkal/kg
4. Natural gas = 9.424 kkal/m3.
5. Fuel oil = 9.766 kkal/m3.
6. Batu bara = 4.800 kkal/kg.

Kegunaan Roda Gila (Flywheel)

Roda GilaRoda gila adalah sebuah roda yang dipergunakan untuk meredam perubahan kecepatan putaran dengan cara memanfaatkan kelembaman putaran (moment inersia).

Karena sifat kelembamannya ini roda gila dapat menyimpan energi mekanik untuk waktu singkat.

Roda gila dipergunakan untuk membuat torsi yang dihasilkan oleh motor bakar lebih stabil.(sumber wikipedia)

Struktur Dendritik

adalah struktur yang umum terjadi pada proses casting. Struktur dendritik ini terjadi akibat proses pembekuan yang tidak seragam dan lambat pada proses pengecoran. Struktur ini akan membentuk segregasi (pemisahan) pada bagian cabang dendritik dengan komposisi yang berbeda atau tidak seragam. Dan oleh karenanya, produk coran(cast product) umumnya dilakukan proses perlakuan panas “normalizing” untuk memberi kesempatan pada struktur dendritik yang merupakan struktur yang komposisinya tidak seragam, untuk berdifusi menyeragamkan komposisinya. Sedangkan di lasan (weld metal) sedikit sekali terjadi struktur dendritik mengingat proses pembekuannya (pendinginannya) cukup tinggi. dalam literatur, “proses welding” di gambarkan seperti mini mold-casting/penuangan dalam cetakan mini logam.(sumber ; Dr. Ir. Winarto, M.Sc)

Fungsi Gambar Teknik

Tiga fungsi utama dari gambar teknik  adalah :

  • Penyampaian Informasi

    Gambar mempunyai tugas meneruskan maksud dari perancang dengan tepat kepada orang-orang yang bersangkutan, kepada perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan, perakitan.

  • Penyimpanan dan penggunaan keterangan (data teknis)

    Gambar merupakan data teknis yang sangat ampuh, dimana teknologi dari perusahaan dipadatkan dan dikumpulkan. Untuk itu diperlukan cara-cara penyimpanan, kodifikasi nomor urut gambar dan sebagainya.

  • Cara-cara pemikiran (perencanaan) data penyiapan informasi

Bahan lengkap tentang fungsi gambar teknik dapat download disini : Fungsi Gambar Teknik

Klasifikasi Pompa

Menurut bentuk impelernya pompa sentrifugal diklasikasikan menjadi tiga yaitu impeler aliran radial, impeler aliran axial dan impeler aliran radial dan axial [gambar 2.5]. Pompa radial mempunyai kontruksi yang mengakibatkan zat cair keluar dari impeler akan tegak lurus dengan poros pompa . Kebalikanya untuk pompa axial arah alirannya akan sejajar dengan poros pompa, sedangkan pompa aliran campuran arah aliran berbetuk kerucut mengikuti bentuk impelernya. Menurut bentuk rumah pompa, pompa dengan rumah berbentuk volut disebut dengan pompa volut, sedangkan rumah dengan difuser disebut pompa difuser [gambar 3.7]. Pada pompa difuser, dengan pemasangan difuser pada sekeliling luar impelernya akan memperbaiki efesiensi pompa dan menambah kokoh rumah pompa. Dengan alasan itu, pompa jenis ini banyak dipakai pada pompa besar dengan head tinggi. Berbeda dengan pompa jenis tersebut, pompa aliran campuran sering tidak menggunakan difuser, tetapi rumah volut sehingga zat cair lebih mudah mengalir dan tidak tersumbat, pompa jenis ini banyak dipakai pada pengolahan limbah

Klasifikasi Pompa

Menurut jumlah aliran yang masuk, pompa sentrifugal diklasifikasikan menjadi pompa satu aliran masuk dan dua aliran masuk [gambar 2.7]. Pompa isapan tunggal banyak dipakai karena kontruksinya sederhana. Permasalah pada pompa ini yaitu gaya aksial yang timbul dari sisi isap dapat diatasi dengan menambah ruang pengimbang, sehingga tidak perlu lagi menggunakan bantalan aksial yang besar. Untuk pompa dua aliran masuk banyak dipakai pada pompa berukuran besar atau sedang. Kontruksi pompa ini terdiri dua impeler saling membelakangi dan zat cair masuk dari kedua sisi tersebut, dengan kontruksi tersebut permasalahan gaya aksial tidak muncul karena saling mengimbangi. Debit zat cair keluar dua kali dari debit zat cair yang masuk lewat dua sisi impeler. Pompa ini juga bisa beropersi pada putaran yang tinggi. Untuk aliran masuk yang lebih dari dua prinsipnya sama dengan yag dua aliran masuk.

Klasifikasi Pompa1

Jika pompa hanya mempunyai satu buah impeler disebut pompa satu tingkat[gambar 3.8], yang lainnya dua tingkat, tiga dan seterusnya dinamakan pompa banyak tingkat [gambar 3.9]. Pompa satu tingkat hanya mempunyai satu impeler dengan head yang relatif rendah. Untuk yang banyak tingkat mempunyai impeler sejumlah tingkatnya. Head total adalah jumlah dari setiap tingkat sehingga untuk pompa ini mempunyai head yang realtif tinggi.

Kontruksi impeler biasanya menghadap satu arah tetapi untuk menghindari gaya aksial yang timbul dibuat saling membelakangi. Pada rumah pompa banyak tingkat, bisanya dipasang diffuser, tetapi ada juga yang menggunakan volut.Pemasangan diffuser pada rumah pompa banyak tingkat lebih menguntungkan daripada dengan rumah volut, karena aliran dari satu tingkat ketingkat berikutnyalebih mudah dilakukan.

Klasifikasi Pompa2

Berdasarkan dari posisi poros, pompa dibedakan menjadi dua yaitu pompa horizontal [gambar 4.2] dan pompa vertikal [gambar 4.3]. Pompa poros horizontal mempunyai poros dengan posisi mendatar. sedangkan pompa poros tegak mempunyai poros dengan posisi tegak. Pompa aliran axial dan campuran banyak dibuat dengan poros tegak. Rumah pompa dipasang dengan ditopang pada lantai oleh pipa yang menyalurkan zat cair keluar pompa. Posisi poros pompa adalahtegak dan dipasang sepanjang sumbu pipa air keluar dan disambungkan dengan motor penggerak pada lantai. Poros dipegangi dengan beberapa bantalan, sehingga kokoh dan biasanya diselubungi pipa selubung yang berfungsi untuk saluran minyak pelumas. Pompa poros tegak berdasar dari posisi pompanya ada dua macam yaitu pompa sumuran kering dan sumuran basah [gambar 4.3]. Sumuran kering pompa dipasang di luar tadah hisap , sedangkan sumuran basah sebaliknya.

Klasifikasi Pompa3

Suaian (Fit)

Suaian.Sistem satuan poros dan sistem satuan lubang

Definisi Suaian : Perbedaan ukuran yang diizinkan untuk suatu pemakain tertentu dari pasangan

Fungsi/Kegunaan Suaian: Standardisasi elemen-elemen yang berpasangan bebas.

Ada 2 batasan umum untuk menentukan suaian:

·        Golongan lubang: diameter lubang, lebar alur, lebar slot, dan lain   sebagainya

·        Golongan poros: poros, pasak, batang silinder dan sejenisnya.

 Ada 3 jenis Suaian :

·        Suaian longgar (Clearance Fit): sebelum maupun sesudah dipasang   pasti ada kelonggaranya

·        Suaian Pas (Transition Fit): kemungkinan terjadi kelonggaran atau   kesesakan kecil   tergantung pada hasil ukuran.

·        Suaian sesak (Interference Fit): sebelum maupun sesudah dipasang pasti ada kesesakannya

Bahan lengkap tentang Suaian dapat download disini :SUAIAN

Faktor Keamanan(Safety Factor) Dalam Perancangan Elemen Mesin

Faktor Keamanan(Safety Factor) Dalam Perancangan Elemen Mesin

Faktor Keamanan (Safety factor) adalah faktor yang digunakan untuk méngevaluasi agar perencanaan elemen mesin terjamin keamanannya dengan dimensi yang minimum

Joseph P Vidosic (“ Machine Design Projects”)

-> Faktor Keamanan/ Safety Factor (sf) berdasarkan tegangan luluh adalah

• sf = 1,25 – 1,5 : kondisi terkontrol dan tegangan yang bekerja dapat ditentukan dengan pasti

• sf = 1,5 – 2,0 : bahan yang sudah diketahui, kondisi lingkungan beban dan tegangan yang tetap dan dapat ditentukan dengan mudah.

• sf = 2,0 – 2,5 : bahan yang beroperasi secara rata-rata dengan batasan beban yang diketahui.

• sf = 2,5 – 3,0 : bahan yang diketahui tanpa mengalami tes. Pada kondisi beban dan tegangan rata-rata.

• sf = 3,0 – 4,5 : bahan yang sudah diketahui. Kondisi beban, tegangan dan lingkungan yang tidak pasti.

• Beban berulang : Nomor 1 s/d 5

• Beban kejut : Nomor 3 – 5

• Bahan Getas : Nomor 2 – 5 dikalikan dengan 2

Dobrovolsky (“Machine element”)

-> Faktor Keamanan/ Safety Factor berdasarkan jenis beban adalah :

• Beban Statis : 1,25 – 2

• Beban Dinamis : 2 – 3

• Beban Kejut : 3 – 5

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 223 pengikut lainnya.