Bagaimana Nasib Perguruan Tinggi Dibawah MENRISTEK

Mungkin ini pertanyaan besar saat ini bagi kalangan perguruan tinggi, setelah beberapa dekade perguruan tinggi dibawah mendikbub. Harapan besar Presiden Jokowi untuk dapat mengarahkan perguruan tinggi melakukan riset yang terintegrasi sesuai dengan bidang keilmuannya sehingga bisa menghasilkan sebuah karya yang tidak hanya dalam bentuk kertas tapi juga dalam bentuk sebuah produk yang bisa membanggakan bangsa ini.

Selama ini banyak hasil riset yang hanya tertuang dalam bentuk  karya tulis berupa jurnal, buku ,proceeding dan baru sedikit yang bisa dimplementasikan, akhirnya banyak hasil penelitian anak bangsa yang dijual keluar kenegara yang bisa mewujudkan karyanya tersebut.

Harapan besar Presiden Jokowi ini tentunya juga merupakan harapan para peneliti dinegeri ini, jangan sampai ini hanya sebuah wacana, atau sebuah pembagian kewenagan kementrian saja yang pada akhirnya nasib peneliti tidak akan pernah berubah ………

Mesin Pengering/ Oven Hybrid

Mesin pengering/oven  hybrid biasanya digunakan untuk menyatakan penggunaan dua sumber energi dalam satu mesin yang digunakan. Energi yang digunakan bisa keduanya sekaligus maupun bisa digunakan bergantian Untuk mesin pengering/ oven sendiri pengertian hybrid bisa diartikan mesin pengering tersebut mempuyai/memanfaatkan dua sumber energi dalam pengoperasiannya, biasanya kombinasi sumber energi yang sering digunakan adalah : 1. Mesin Pengering hybrid tenaga matahari dan biomassa. 2. Mesin Pengering hybrid tenaga matahari dan gas. 3. Mesin Pengering hybrid gas dan biomassa. Mesin pengering hybrid dalam operasional akan memerlukan lebih sedikit biaya dan sangat membantu dalam hal proses pengeringan. Mesin pengering hybrid ini bisa dimanfaatkan untuk pengeringan hasil pertanian, laut maupun untuk hasil industri kecil seperti pengeringan kerupuk,tanaman herbal dll. Berikut contoh mesin pengering/oven Hybrid yang memanfaat tenaga matahari dan gas : Pengering ikan Outdoor

Lowongan Dosen Teknik Mesin Untuk Karyawan/Profesionalisme

Jurusan Teknik Mesin Universitas Darma Persada membuka lowongan bagi karyawan/profesionalisme yang mempunyai ketertarikan untuk menjadi dosen tanpa harus berhenti dari perusahaan/tempat bekerja saat ini. Adapun kualifikasi yang kami butuhkan adalah mempunyai izajah S2 Teknik Mesin (linear S1 teknik mesin ) dan bersedia untuk mengikuti test pembuatan NIDN ( Nomor induk dosen nasional ) yang diadakan oleh Kopertis/Dikti. Kami memberikan gaji pokok, serta beban mengajar yang tetap dibayar sesuai jumlah sksnya yang diajar. Waktu mengajar bisa dipilih pagi 08.00 s/d 16.000 WIB atau sore mulai jam 17.00 s/d 21.30 WIB.
Lamaran ditujukan kepada ketua jurusan teknik mesin universitas darma persada, Via email ke : yefrichan2000@yahoo.com

Gas Rumah Kaca Mencapai Tingkat Berbahaya

Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi mencapai tingkat tertinggi tahun lalu, menurut laporan iklim yang dipublikasikan Perserikatan Bangsa-bangsa. Juga tingkat keasaman air laut berada pada zona berbahaya.

Laporan tersebut dipublikasikan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) milik PBB pada sebuah pertemuan di Jenewa Swiss. Sekretaris Jendral WMO, Michel Jarraud mewanti-wanti, cuaca bumi akan semakin ekstrim sebagai dampak dari perubahan iklim.
“Kami tahu betul bahwa iklim berubah dan situasi meteorologis semakin ekstrim berkat aktivitas manusia,” kata Jarraud. “Kita harus menghentikan tren ini dengan mengurangi produksi CO2 dan gas rumah kaca yang lain.”

Mencapai Tingkat Berbahaya

Menurut laporan WMO, konsentrasi Karbondioksida atau CO2 di atmosfer pada tahun lalu tercatat 142 persen lebih tinggi ketimbang era pra industrial. Selain itu kenaikan konsentrasi CO2 pada tahun 2012 dan 2013 merupakan yang paling tinggi ejak 30 tahun.

Karbondioksida mengeram di langit bumi untuk ratusan tahun, kata Jarraud. Selain itu WMO juga menemukan, konsentrasi gas rumah kaca Methan di atmosfer bumi hingga 2013 meningkat sebanyak 253 persen. Adapun kadar gas Dinitrogen oksida meningkat sebanyak 121 persen dibandingkan dengan masa pra industrial.

Menurut catatan WMO, keasaman air laut telah mencapai tingkat yang belum pernah tercatat selama 300 juta tahun. Samudera menampung Karbondioksida yang tidak tersimpan di dalam atmosfer bumi. Setiap hari laut menyerap empat kilogram CO2 per kepala. (DW.Indonesia)

Bahan Bakar Dari Limbah Air Buangan

Di Selandia Baru, ganggang dan limbah air buangan dijadikan bahan bakar. Lembaga Penelitian Padi IRRI membantu mencari solusi menghadapi tantangan perubahan iklim.

Seorang pengusaha dan inovator Selandia Baru, Nick Gerritsen, membersihkan tempat penampungan air, sekaligus memanfaatkan limbah air kotor untuk memproduksi bahan bakar.

Sisa ganggang yang telah dipakai untuk mengurai bahan organik dan membersihkan air, dimanfaatkan untuk membuat minyak. Dengan metode ini maka sarana pembersihan air praktis menjadi tempat produksi minyak juga. Hasilnya, mirip dengan karakter bahan bakar minyak biasa. Bayangkan, air bersih dan minyak dihasilkan dari kotoran.

Pangan dan Perubahan Iklim

Makan tanpa nasi belum dianggap makan, begitulah di Asia. Di benua ini, nyaris separuh penduduknya sehari-hari makan nasi . Setiap tahun jutaan konsumen baru bermunculan. Ironisnya, penanaman padi sendiri ikut mendorong perubahan iklim. Fenomena ini diteliti oleh pakar biologi Jerman, dari institut penelitian padi IRRI, Reiner Wassman. Sawah yang harus selalu diairi, memunculkan sebuah proses yang memproduksi gas methan dalam jumlah besar.

Di Filipina, IRRI membantu mencari solusi masalah tersebut dengan mengembangkan padi ramah lingkungan yang hemat air, lewat pengeringan lahan secara berkala. Metode ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu IRRI mengawinkan bibit-bibit padi di bank pembibitan. Hasilnya adalah jenis bibit yang dapat tumbuh di tengah musim kering, banjir ataupun tanah yang mengandung garam.(sumber : DW.DE)

SAVE & FREE PALESTINE !!!!!!!!!!!

db8f058a340111e2ab5722000a1f9684_7save-palestinesave-palestine3savepalestine

Lemari Pendingin Tanpa Listrik dan Freon (Penyimpanan Buah-Buahan dan Sayuran)

Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri, dua siswi SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatera Selatan, menyabet penghargaan di ajang Intel ISEF (International Science and Engineering Fair) di Los Angeles, Amerika Serikat.

Karya ilmiah mereka berjudul Green Refrigerant Box sukses meraih Development Focus Award senilai USD 10 ribu dari the U.S. Agency for International Development. Hebatnya lagi, tak hanya satu penghargaan mereka raih. Keduanya juga menggondol award ketiga senilai USD 1.000 di kategori Engineering Materials & Bioengineering

Konsep Green Refrigerant Box, atau kulkas tanpa freon dan listrik yang disajikan dalam karya ilmiah tersebut fokus pada penggunaan kayu gelam sebagai solusi alternatif untuk pendingin buah-buahan dan sayur-sayuran.

Yang menarik, mereka melihat bahwa Kabupaten Musi Banyuasin tempat mereka tinggal, kaya akan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran, namun memiliki persoalan yang berkaitan dengan listrik.

Maka muncul ide untuk membuat alat pendingin untuk menyimpan buah yang tidak bergantung pada listrik dan freon. Dalam waktu 2 jam 20 menit, suhu semula 28 derajat celcius, mampu turun menjadi 5,5 derajat celcius. Inilah yang memukau para juri Intel ISEF.

“Dunia membutuhkan lebih banyak ilmuwan, kreator, dan pengusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi tekanan tantangan global,” kata Director Public Affairs Intel Indonesia, Deva Rachman, melalui keterangannya, Senin (19/5/2014).

“Intel percaya bahwa generasi muda adalah kunci untuk kepada inovasi, dan kami berharap bahwa pemenang ini menginspirasi lebih banyak siswa untuk terlibat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika, sebagai dasar untuk kreativitas,” lanjutnya. (sumber ; detik.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 348 pengikut lainnya.